Waktunya Gak Gagal Lagi! Capai Resolusi dengan Metode S.M.A.R.T.E.R dan Lihat Perubahannya!
Kebiasaan akhir tahun, ada beberapa orang yang menuliskan wishlistnya untuk resolusi perubahan tahun depan yang lebih baik lagi. Daftar resolusi dan tergat baru, mulai dari "ingin lebih sholeh", "kaya raya", "lebih sehat dan bahagia", sampai "ingin keliling dunia". Awal bulan Januari semangat membara, Februari mulai menurun, Maret mulai pasrah yang penting jalani aja, sampai akhir tahun, wishlist itu hanya jadi pajangan ataupun tumpukan buku usang semata. Ujung-ujungnya remedial resolusi yang sama dan ngulang lagi wishlist buat tahun depan dan lama kelamaan akan capek sendiri.
Apakah ada yang salah? kenapa?
Kemungkinan besar alasan utamanya:
1. Tujuanmu terlalu umum, "Ingin lebih sholeh" itu bagus, tetapi terlalu luas. Apa yang dimaksud dengan "lebih sholeh?" Tanpa target yang jelas, kamu akan bingung harus mulai dari mana.
2. Tidak ada rencana jelas, Punya target tanpa ada roadmap atau langkah-langkah konkret untuk bisa mencapai semua wihslist tahunan, bisa menjadi cuma angan-angan dan tulisan semata.
3. Komitmenmu terlalu lemah, tidak terikat dengan tenggang waktu dan tidak punya cara untuk mengukur progress, semangatmu semakin lama akan mudah luntur, melemah dan akhirnya pasrah begitu saja.
Kabar baiknya ada prinsip manajemen yang bisa kita pakai ATMnya, Amati, Tiru dan Modifikasi dalam proses pencapaian wishlist tahunan. Cara jitu yang bisa kamu gunakan untuk merubah semua resolusi menjadi kenyataan yaitu menggunakan metode S.M.A.R.T. Metode ini pertama kali dikenalkan oleh George T. Doran seorang direktur perencanaan perusahaan Washington Water Power Company, Spokane dan menjadi seorang presdir dari Management Assistance Programs di kantor konsultan Coeur d'Alene, Idaho. Metode S.M.A.R.T adalah akronim yang sangat populer dan efektif dalam dunia manajemen, pengembangan diri dan perencanaan. Mari kita ulas lima elemen S.M.A.R.T:
S - Spesific (Spesifik)
Tujuan yang spesifik harus jelas dan detail. Hindari kata-kata umum dan tentukan apa, dimana, kapan dan kenapa tujuan itu penting, untuk mengukur apakah tujuanmu sudah spesifik. Hindari bahasa yang samar-samar atau ambigu, jelaskan langkah-langkah atau tidndakan yang tepat yang diperlukan untuk mencapai tujuan, targetkan hasil yang spesifik, bukan tujuan umum. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut untuk membantumu:
- Siapa yang terlibat? (jika relevan)
- Apa yang ingin dicapai?
- Dimana akan dilakukan?
- Kapan akan dilakukan?
- Mengapa ini penting?
Tidak Spesifik: "Saya ingin lebih sholeh"
Spesifik: "Saya akan shalat fardhu lima waktu tepat waktu di masjid untuk meningkatkan keimanan, memahami dan mengamalkan ilmu agama minimal 1 topik baru setiap harinya."
M - Measurable (Terukur)
Tujuan yang terukur dapat menjadi acuan parameter keberhasilan dan melacak kemajuan. Bisa melihat progressmu dan tetap termotivasi. Gunakan angka, presentase atau kriteria spesifik untuk melacak kemajuan, hasilnya harus mudah terlihat atau terukur. Jawab pertanyaan ini untuk membantumu membuat tujuan:
- Berapa banyak?
- Berapa sering?
- Bagaimana saya akan tahu jika tujuan ini tercapai?
Tidak terukur: "Ingin lebih sehat"
Terukur: "Saya ingin mengurangi berat badan 2 kg dalam 1 bulan dengan berolahraga senam aerobik dan latihan beban 30 menit setiap pagi dan memangkas asupan kalori harian menjadi 1200 kcal."
A - Achievable (Dapat Dicapai)
Tentukan tujuan yang kamu dapat capai dan harus realistis. Bukan tujuan yang mudah dicapai, tetapi harus menantang namun masih berada dalam kapasitas maksimal jangkauan kamu. Bagaimana cara mengetahui kapasitas masimal, bisa dengan mempertimbangkan sumber daya, waktu, kesehatan, dan keterampilan yang kamu miliki. Jawablah pertanyaan ini untuk membantumu:
- Apakah tujuan ini realistis, dengan kondisi dan sumber daya yang saya miliki?
- Apakah saya punya keterampilan dan alat terkait hal ini?
- Apakah ada orang lain yang pernah mencapai hal serupa?
Tidak Dapat Dicapai: "Saya ingin jadi kaya raya dalam 1 tahun, dimulai dari nol"
Dapat Dicapai: "Saya ingin memulai bisnis kecil offline dan online dan menghasilkan keuntungan bersih 10.000.000 dalam 6 bulan pertama."
R - Relevant (Relevan)
Pastikan tujuan konsisten dengan tujuan pribadi jangka panjang atau profesionalmu dan harus penting bagimu, memiliki makna serta mampu memotivasi untuk selalu terus melangkah dan mengambil tindakan. Jawab pertanyaan ini untuk membantumu:
- Apakah tujuan ini sejalan dengan tujuan hidup atau karier saya?
- Mengapa tujuan ini pentung bagi saya saat ini?
- Apakah ini waktu yang tepat untuk mengejar tujuan ini?
Tidak Relevan: "Saya ingin belajar Ice Skating", padahal tujuan karier saya adalah menjadi seorang akuntan profesioanl yang tidak ada hubungannya dengan olahraga atletik ice skating.
Relevan: "Saya ingin mendapatkan sertifikasi akuntansi (CPA) dalam 1 tahun, karena hal ini sangat mendukung tujuan karier saya".
T - Time-bound (Terikat Waktu)
Setiap tujuan harus memiliki waktu yang jelas, tanpa batas waktu rasanya tidak ada urgensi dan tujuan selalu tertunda. Batas waktu ini sebagai tenggang waktu untuk meningkatkan motivasi ketika kita sudah lelah (sebagai booster). Bagilah tujuan menjadi langkah-langkah yang lebih kecil dan mudah dikelola dengan tenggat waktu yang spesifik. Jawablah pertanyaan yang dapat membantumu:
- Kapan saya akan mulai?
- Kapan tujuan ini harus terencana?
- Apa yang bisa saya capai dalam 6 bulan ke depan?
Tidak Terikat Waktu: "Saya ingin keliling dunia suatu hari nanti"
Terikat Waktu: "Saya akan mendapatkan penghasilan tambahan melalu kerja paruh waktu dan menabung 500.000 per bulan selama 5 tahun khusus untuk dana traveling dan ke mekkah tahun 2031."
Metode S.M.A.R.T ini dapat dimodifikasi dan ditambahkan dengan 2 langkah tambahan dan menjadi akronim S.M.A.R.T.E.R yaitu
E - Evaluated (Dievaluasi)
Mengevaluasi dan melihat kembali progress yang sudah kamu capai. Ini bukan tentang menghakimi diri sendiri, melainkan tentang belajar dari proses. Jangan hanya membuat tujuan, tetapi juga perlu menilai dan mengevaluasi kemajuanmu secara rutin misalnya setiap bulan atau kaurtal (3 bulan sekali). Jawablah pertanyaan ini untuk membantumu:
- Apa yang sudah saya capai sejauh ini?
- Apa yang menghambat saya?
- Apa yang berhasil dan apa yang tidak?
Penerapan Evaluasi:
Jika tujuanmu "menabung 10 juta dalam 1 tahun" dan setelah 3 bulan kamu baru menabung 1.000.000, maka saatnya evaluasi. Kamu bisa menemukan bahwa pengeluaran untuk kopi dan gorengan terlalu banyak atau ada biaya tak terduga yang membuatmu boros. Evaluasi ini membantumu mengenali masalah lebih awal dan sebelum terlambat.
R - Reviewed (Ditinjau Ulang)
Setelah evaluasi langkah selanjutnya adalah meninjau ulang dan menyesuaikan rencana. Jika kamu seorang perfectionis kamu harus tahu menurunkan level dan mengingat bahwa hidup itu dinamis dan tujuanmu harus fleksibel. Terkadang harus merubah jalur tetap berada dalam jalan yang benar. Perbaharui tujuan dan strategi berdasarkan hasil evaluasi jika memang diperlukan.
Contoh tindakan:
Jika target menjadi lebih sehat dengan olahraga senam aerobik dan latihan beban 30 menit ternyata terlalu berat dan mengganggu kegiatan lain, kamu bisa meninjau ulang dengan menggantinya "senam aerobik 15 menit dan 1 set latihan beban" yang lebih realistis.
Jadikan S.M.A.R.T.E.R sebagai alat bantu untuk mencapai semua wishlistmu dan yang kamu tulis bukan hanya menjadi janji diawal tahun melainkan cerita sukses yang nyata di akhir tahun. Ingatlah jika tujuanmu sudah tercapai maka carilah tujuan yang lain yang lebih menantang dan bisa mengupgrade diri untuk selalu menghidupkan jiwa dan terus tumbuh.
Reference:
Doran, George T. (1981). There's a S.M.A.R.T. Way to Write Management's Goals and Objectives. Management Review. Vol. 70 (11): 35-36.
.png)
Komentar
Posting Komentar