Rahasia Permen Stroberi
Suatu sore, saat Ibu sedang pergi ke kebun, Alfi melihat toples permen stroberi di atas meja dapur. Matanya langsung berbinar. "Wah, banyak sekali!" pikirnya. Padahal, Ibu sudah berpesan untuk tidak mengambil permen tanpa izin.
Tangan Alfi terulur. Satu permen, lalu dua, dan akhirnya tiga permen stroberi masuk ke mulutnya. Manis sekali rasanya, seperti janji yang ingin ia sembunyikan. Setelah itu, ia buru-buru menutup toplesnya dan kembali bermain.
Ketika Ibu pulang, ia melihat toples permen. "Loh, kok permennya berkurang?" tanya Ibu sambil tersenyum. Ibu tahu persis berapa jumlah permen di sana.
Jantung Alfi berdebar kencang. Ia ingin sekali bilang, "Bukan aku, Bu!" Tapi ia teringat permen stroberi yang manis itu. Ia menunduk. "Tidak tahu, Bu," jawabnya pelan.
Ibu tidak marah. Ibu hanya menghela napas. "Alfi, kalau kamu jujur, Ibu akan lebih senang. Jujur itu indah, seperti permen yang manis. Kalau kamu selalu berkata jujur, Allah akan sayang dan teman-teman akan selalu percaya padamu."
Malam harinya, Alfi tidak bisa tidur. Perkataan Ibu terus terngiang. Rasa manis permen stroberi tadi sore terasa hambar di lidahnya. Ia merasa tidak nyaman.
Keesokan paginya, saat sarapan, Alfi memberanikan diri. "Bu, maafkan Alfi," katanya dengan suara kecil. "Kemarin sore, Alfi mengambil permen stroberi di toples tanpa izin Ibu. Alfi mengambil tiga."
Ibu tersenyum lebar. Ia memeluk Alfi erat-erat. "Terima kasih sudah jujur, Nak. Ibu bangga padamu."
Sejak hari itu, Alfi selalu berusaha jujur. Ketika ia tidak sengaja menjatuhkan vas bunga Ibu, ia langsung bilang. Ketika ia lupa mengerjakan PR, ia juga jujur kepada gurunya. Awalnya memang terasa sedikit takut, tapi setelah ia jujur, hatinya terasa lega dan senang.
Teman-teman Alfi juga jadi lebih percaya padanya. Kalau ada yang kehilangan pensil, mereka akan bertanya pada Alfi. Kalau ada yang ingin tahu siapa yang paling jago berenang, teman-temannya selalu bertanya dan percaya kepada Alfi.
Alfi pun tahu, jujur itu indah, seperti permen yang manis. Dan yang paling penting, ia tahu kalau kamu selalu berkata jujur, Allah akan sayang dan teman-teman akan percaya padamu.


Komentar
Posting Komentar