Kasus Raya Cacingan. Alarm Buat Semua Orang Tua!

Latar belakang keluarga Raya memiliki kondisi perekonomian dibawah standar ekonomi. Udin sebagai ayah Raya bekerja setiap harinya sebagai kuli pacul di kebun kepala desa dan Endah sebagai ibunya hanya seorang ibu rumah tangga. Keluarga ini memiliki kondisi yang sangat mengkhawatirkan, Udin mengidap penyakit bronkitis, Endah mengidap penyakit TBC dan Raya sejak usia balita sudah mengalami malnutrisi. Raya lahir sebagai anak prematur usia 6 bulan kandungan, sampai usia 4 tahun kondisi fisiknya belum bisa berjalan dan berbicara. Selama ini Raya diasuh oleh buyutnya, ayahnya sibuk keladang dan kondisi ibunya tidak memungkinkan untuk senantiasa menemani raya beraktivitas. Kondisi lingkungan rumah raya memiliki sanitasi yang buruk dan bercampur dengan kandang ayam. Hal inilah yang menyebabkan masuknya invasi cacing dalam tubuh Raya, karena seringnya bermain di bawah rumah yang bercampur dengan kotoran ayam. Faktor lain adalah kondisi fisik Raya yang belum bisa berjalan, sehingga mengharuskan merangkak untuk bisa bermain. Sanitasi yang buruk menjadikan penyebab utama penyakit yang diderita oleh Raya. Lambatnya layanan pemerintahan dan kesehatan yang menangani Raya tidak akan dibahas dalam artikel ini melainkan edukasi mengenai pencegahan sebelum terjadinya invasi cacing dalam tubuh manusia.
Apa Itu Kecacingan?
Kecacingan adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit cacing masuk kedalam tubuh manusia. Nematoda usus penyebab kecacingan umumnya berasal dari golongan Soil Transmitted Helminths (STH) yaitu cacing yang membutuhkan tanah dengan kondisi tertentu untuk mencapai stadium infeksinya. Jenis cacing yang terdaftar dalam kasus penyakit manusia terdiri dari cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing tambang (Anccylostoma duodenale) dan cacing cambuk (Trichuris trichiura). Nematoda non STH yang sering menginfeksi juga adalah cacing kremi (Oxyuris vermicularis). Berikut proses terjadinya kecacingan:
1. Masuknya telur yang mencapai stadium infeksi masuk ke dalam tubuh manusia dengan tertelannya telur atau masuknya larva menembus kulit.
2. Telur akan menetas dan cacing akan dewasa diusus.
3. Cacing berkembangbiak dengan bertelur dalam usus manusia dan keluar bersama feses dan berkembang ditanah.
4. Jika telur atau larva masuk kedalam tubuh maka prosesnya akan berulang.
Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tertelannya telur dan masuknya larva dalam tubuh:
1. Kebiasaan tidak memotong kuku.
2. Tidak mencuci tangan dengan bersih ketika makan dan setelah buang air besar (BAB)
3. Tidak menggunakan alas kaki saat beraktivitas diluar rumah.
4. Sanitasi yang buruk baik pada pengolahan makanan, lingkungan maupun kebersihan alat makan dan minum.
Berikut adalah daftar cacing yang dapat berkembangbiak dalam tubuh manusia:
Mengapa Telur Cacing Tidak Mati Saat Masuk Ke Lambung?
Berdasarkan penelusuran dari situs alodokter, dr. Riska Larasati menjelaskan bahwa telur cacing memiliki cangkang terbuat dari protein albumin yang dapat melindungi telur dari asam lambung. Asam lambung justru memicu penetasan karena melunakkan lapisan luar telur dan memberikan sinyal pada larva untuk segera menetas saat mencapai usus.
Bagaimana Cara Mencegah Kecacingan?
Pencegahan kecacingan akibat invasi cacing dapat dilakukan dengan menjaga sanitasi baik kebersihan diri maupun lingkungan. Banyak jalur masuknya cacing dalam tubuh seperti melalui makanan, air yang terkontaminasi, kontak dengan tanah atau tinja yang mengandung telur cacing, atau hewan peliharaan. Berikut adalah langkah pencegahan terhindar dari kecacingan:
1. Kebersihan diri yang ketat
- Cuci Tangan Teratur, pertahanan utama karena awal masuknya telur melalui tangan. Selalu cuci tangan pakai sabun, air mengalir, terutama saat buang air besar, sebelum makan atau menyiapkan makanan dan setelah menyentuh tanah atau hewan peliharaan.
- Jaga Kebersihan Kuku, telur cacing bisa menempel pada bawah kuku dan mudah masuk ke dalam mulut, jadi pastikan kuku selalu pendek dan bersih.
- Mandi Secara Rutin, mandi setiap hari dengan sabun untuk menghilangkan cacing yang kemungkinan menempel di kulit.
2. Kebersihan Makanan dan Minuman
- Masak Makanan Hingga Matang, pastikan semua daging dimasak sampai benar-benar matang untuk membunuh cacing pita atau parasit lainnya.
- Cuci Buah dan Sayur, cuci secara menyeluruh dibawah air mengalir sebelum dikonsumsi.
- Minum Air Bersih, hindari minum air dari sumber yang tidak jelas kebersihannya, minumlah air yang sudah dimasak, disuling atau air kemasan yang terpecaya.
3. Sanitasi Lingkungan
- Gunakan Alas Kaki, gunakan alas kaki saat berjalan di area yang memungkinkan terjadinya kontaminasi seperti tanah atau sawah.
- Jaga Kebersihan Kamar Mandi, bersihkan kamar mandi secara rutin dengan disinfektan.
- Kelola Sampah dan Tinja dengan Baik, pastikan pembuangan tinja, baik manusia maupun hewan peliharaan ditempat yang aman dan terhindar dari jangkauan anak-anak atau orang lain dan sumber air.
- Jaga Kebersihan Pakaian, cuci baju dalam dan baju luar dengan bersih memungkinkan terhindarnya dari cacing kremi, tambang ataupun gelang yang memungkinkan menempel.
Reference:
Dedi Mulyadi Channel. (2025). Kisah Pilu Raya! Kita Gak Punya BPJS, Hari Jumat Masih Bisa Main, Hari Sabtu Sudah di Bawa ke Rumah Sakit. Youtube: https://www.youtube.com/watch?v=ViH0niJaUmA
Fristiani, Arista Kurniasari Budi., Salamah, Ummi., Salmiati, Wiwi., Suharman, Reski Aulia., Latifah, Ainun., Novrizal, Yudha Pratama & Ratnadiningrat, Riki. (2024). Pemeriksaan Infeksi Kecacingan dan Edukasi Cuci Tangan yang Benar pada Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Inovasi dan Pengabdian Masyarakat Indonesia. Vol. 2, No. 4: 39-42.
Wahyuningtyas, Suci., Azahra, Sresta & Hartono, Agus Rudi. (2022). Identifikasi Telur Cacing Tambang (Hookworm) pada Kuku Pekerja Tambang Pasir Kecamatan Loan Janan. BJSME: Borneo Journal of Science and Mathematics Education. Vol. 2, No. 3: 159-174.
Komentar
Posting Komentar