LUPAKAN GADGET! AJAK ANAK BERMAIN GOR/ ENGKLEK: PERMAINAN HOPSCOTH VERSI JAWA

Lupakan Gadget! Ajak Anak Bermain Gor/Engklek: Permainan Hopscotch Versi Jawa

Permainan Gor adalah permainan tradisonal dengan cara melompati pola-pola garis yang tergambar dengan melemparkan batu pipih ke area dalam pola.  Permainan Gor/ Engklek ini sangatlah populer di Indonesia pada zamannya karena anak-anak zaman dahulu belum terdistraksi dengan adanya gadged, sedangkan di era new normal, anak-anak lebih memilih bermain di dunia maya. Permainan ini mengajarkan anak-anak untuk bergerak aktif dan melatih keseimbangan dan bersosialisasi. Penyebutan permainan ini diberbagai daerah memiliki nama-nama yang berbeda sesuai dengan daerah asalnya. Berikut beberapa nama yang paling umum untuk permainan tradisional ini:

Jawa : Engklek, Gor, Demprak, Sondah atau Sunda Manda (Jawa Barat).
Sumatra: Marsitekka, Setatak, Main Lore.
Kalimantan: Gici-gici atau Tingting Gajah.
Sulawesi: Enge-enge, Tengge-tengge.
Bali: Teklek atau Tapak Gunung.

Pada faktanya permainan ini juga dimainkan diberbagai negara, berikut adalah nama-nama permainan engklek di mancanegara:

Amerika Serikat dan Inggris: Hopscotch.
Spanyol: Rayuela.
Prancis: Marelle.
Jerman: Himmel und Holle.
India: Stapu atau Kith-kith.
Belanda: Zondag-Maandag, dan di Indonesia nama ini beradaptasi didaerah Jawa Barat menjadi Sunda Manda.
Korea: Sabangchigi.
Filipina: Piko.
Malaysia dan Singapura: Teng-teng.
Thailand: Jee-jee.

Lantas asal-usul permainan ini dari mana?

Sejarah Permainan Gor/ Engklek

Permainan Gor/ Engklek ini berdasarkan dari berbagai sumber permainan ini berasal dari hindustan yang mencerminkan latar belakang cerita perebutan perak sawah. Engklek pertama kali dikenalkan melalui penjajahan Belanda dengan sebutan Zondag Maandag atau Sunday Monday, yang kemudian diadaptasi ke daerah Jawa Barat menjadi Sunda Manda. Engklek ini menyerupai permainan milik Britania Raya yang sudah ada sejak masa Romawi Kuno 27 sebelum masehi, abad ke-15 dengan sebutan hopscotch. Permainan ini sudah ada sejak beberapa abad yang lalu dengan ditemukannya tulisan pada sebuah buku yang disusun oleh Francis Willoughby Rivers tahun 1635. Pada buku tersebut sebutan permainan ini adalah Schorchhawk berasal dari kata scorch asal scratch artinya menggores dan hawk yang berarti melompat. 

Cara Bermain Gor/ Engklek

Untuk bermain Gor/ Engklek setidaknya membutuhkan 2-5 orang idealnya. Berikut adalah langkah permainan Gor/ Engklek:

1. Gambar pola: Pola dari permainan rakyat ini ada beberapa variasi, berdasarkan permainan dari daerah Pati Jawa Tengah pola dari permainan ini terdiri dari Gor Wong, Gor Gunung, Gor Kembang, Gor Srok. Pola ini digambar di tanah dengan goresan benda tajam atau dapat menggunakan lahan selain tanah dengan menggunakan kapur.

Gambar. Pola Permainan Engklek

Gambar. Pola Pemainan Engklek
2. Gacok: Siapkan gacok atau batu pipih yang menjadi alat permainan lempar ke petak. Setiap pemain harus memiliki gacok masing-masing.

3. Giliran Bermain: Penentuan permainan dapat menggunakan sistem lempar gaco terjauh dan masuk ke dalam petak yang paling jauh atau menggunakan sistem penentuan urutan dari masing-masing daerah. Pemain 1 melempar gacok ke petak pertama dan harus hatuh tepat didalam petak, apabila menyentuh garis maka pemain 1 kehilangan gilirannya dan dilanjutkan oleh pemain 2.

4. Melompat: setelah gaco berhasil didalam petak, pemain harus lompat dengan satu kaki, kecuali pada petak yang berjajar dua, dimana pemain boleh menggunakan dua kaki. Setelah berhasil melewati semua petak dan kembali ke petak yang terdapat gaconya, pemain mengambil gacok tetap dengan satu kaki dan melompat ke garis start.

5. Mengambil gacok: Jika pemain berhasil menyelesaikan satu putaran, mereka berhak memiliki satu petak dengan melemparkan gacok kedalam pola dengan posisi membelakangi pola dan melempar ke dalam petak, apabila gacok tidak masuk kedalam garis petak maka peserta mengulangi langkah dari awal. Satu petak yang berhasil dimiliki peserta ini disebut dengan "sawah" mereka. Pemain lain tidak boleh menginjak petak tersebut kecuali yang pemilik sawah dan bebas menggunakan dua kaki untuk mendarat di sawahnya.

6. Selesai permainan: Permainan berakhir jika semua petak telah dimiliki atau tidak ada lagi ruang untuk melompat. Pemenangnya adalah yang memiliki "sawah" paling banyak.

Manfaat permainan rakyat ini dapat meningkatkan kecerdasan otak, melatih keseimbangan dengan meningkatkan kesadaran tubuh atau atau body awareness, melatih kemampuan visual spasial dengan memperhatikan setiap bentuk, ruang, dan garis saat melompat, meningkatkan sosialisasi dan kemandirian serta mampu melatih motorik kasar (berlari, melompat dan berjalan). Permainan tradisional Gor/ Engklek dapat membantu untuk mengurangi kegiatan dan fokus anak pada permainan gadget yang menimbulkan dampak negatif berlebih. Detoksifikasi dopamin pada anak dapat dilakukan dengan mengalihkan fokus anak melalui permainan-permainan yang bisa mendorong anak untuk bersosialisasi di dunia luar yang dapat melatih peningkatkan kecerdasan otak anak. 

Reference:

SMT. (2024). Ternyata Bermain Engklek Banyak Manfaat Bagi Tubuh, Ini Dia Sejarah Asal Permainan Engklek. Koranlapos.com. Diakses dari Ternyata Bermain Engklek Banyak Manfaat Bagi Tubuh, Ini Dia Sejarah Asal Permainan Engklek

Komentar